Tim yang solid merupakan
idaman setiap leader. Leader pasti berusaha menjadi dan memberi yang
terbaik bagi anggota timnya agar setiap anggota merasa terikat secara
emosional dalam pencapaian goal. Namun sayangnya
realita seringkali tidak semulus yang dibayangkan. Batu kerikil yang
bertebaran di sepanjang jalan mampu merusak tatanan yang sudah susah
payah kita bangun. Lalu bagaimana kita dapat membangun tim yang solid?
Berikut 17 tips yang bisa Anda terapkan. Semoga bermanfaat ;-)
1. Standarisasi Pengetahuan
Sebagai leader, anda harus mengusahakan
standar kemampuan yang dimiliki setiap anggota tim adalah sama, misalnya
pada satu department, semua orang yang ada pada department tersebut
harus memiliki pengetahuan yang merata agar tidak ada penyimpangan dan
kebingungan. Caranya? ajak semua anggota berkumpul secara rutin untuk
berbagi pengetahuan yang tidak diketahui anggota tertentu agar
standarisasi dapat diciptakan.
2. Arahan, Contoh dan Penjelasan
Seorang leader harus mampu memberikan
arahan, contoh dan penjelasan pada setiap anggotanya. Yang harus Anda
ingat adalah bahwa setiap orang berbeda dan ketika Anda memberikan
tugas, Anda harus menyesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki anggota
agar pemahaman yang dikomunikasikan sesuai dengan maksud dan keinginan
Anda, dan anggota dapat menyelesaikan tugas tanpa kebingungan.
3. Sesuaikan Tugas dengan Kemampuan
Seorang leader harus memahami kemampuan
setiap anggotanya, agar ketika memberikan tugas tidak terjadi
penyimpangan. Kembali saya ingatkan bahwa setiap orang berbeda, jadi
berikan tugas yang sesuai dengan kemampuan anggota. Namun beberapa kali
Anda juga bisa memberikan challenge untuk mengerjakan tugas yang ada di luar kemampuan anggota anda agar ada upaya untuk peningkatan pengetahuan dan kesempatannya untuk berkembang.
4. Pantau Delegasi
Sertai pemberian tugas dengan deadline
agar anggota bisa menentukan prioritas pekerjaan. Kemudian Anda harus
rajin kontrol kemajuan delegasi yang Anda berikan untuk memastikan semua
sesuai rencana dan tidak ada kebingungan penyelesaian delegasi
tersebut.
5. Agendakan Pertemuan diluar Tugas
Agendakan pertemuan yang terjadwal pada
jam dan hari tertentu, saya sarankan buatlah suasana yang santai, dan
diluar kantor. Luangkanlah waktu Anda mungkin setiap minggu untuk
berbicara dengan setiap anggota tim secara personal
maupun secara bersamaan dengan tujuan mengetahui kendala-kendala yang
ditemui selama bekerja. Yakini bahwa semakin banyak kendala yang
ditemukan maka semakin cepat masalah diatasi dan melangkah maju.
6. Jadilah Leader, Bukan Bos
Posisikan diri Anda sebagai Leader bukan
seorang Bos. Maksudnya adalah berikan arahan dan masukan serta bantu
memecahkan masalah jika dibutuhkan bukan hanya mendelegasi tugas dan
pergi, selanjutnya pada waktu deadline langsung meminta hasilnya.
7. Penguasaan Konseptual, Komunikasi dan Teknikal
Setiap leader harus memiliki kemampuan
dan menguasai pekerjaan serta tugas yang dibidanginya secara konsep,
komunikasi dan teknik yang berimbang. Namun prosentase komposisi setiap
penguasaan akan berbeda untuk tiap tingkatan leader. Tujuan penguasaan ini adalah agar leader dapat memperkirakan waktu deadline, komposisi tugas dan mampu membimbing anggota.
8. Fasilitasi Kebutuhan Kerja
Fasilitas yang mencukupi akan mendukung
terselesainya tugas dengan cepat dan tepat. Oleh karenanya, mudahkan
anggota tim anda dengan fasilitas yang dibutuhkan. Tentunya Anda harus
mempertimbangkan terlebih dahulu apakah itu benar-benar perlu sebelum
Anda memberikannya.
9. Ciptakan Suasana Kerja yang Nyaman
Suasana kerja yang nyaman bagi setiap
orang berbeda-beda. Maka agar semua anggota merasa nyaman, tanamkan
bahwa saling menghargai dan memahami dalam menciptakan kenyamanan itu
indah karena dapat mendukung terselesainya tugas secara tepat waktu.
10. Aktualisasi Diri Anggota
Aktualisasi diri merupakan tingkatan
tertinggi dari teori kebutuhan Maslow. Jika semua anggota tim Anda sudah
merasa berada pada tingkat ini, artinya Anda adalah leader yang
berhasil. Agar anggota tim Anda dapat merasa berada pada tingkat ini,
Anda harus memahami dan mempelajari tingkatan-tingkatan pada teori
Maslow terlebih dahulu. Google saja dengan kata kunci “Teori Kebutuhan
Maslow” :-)
11. Culture di setiap Tindakan
Jadikan culture atau budaya kerja tidak
hanya sebagai culture pada umumnya. Namun tingkatkan pemahaman mengenai
culture pada setiap anggota dengan menyelipkan culture di tiap
pekerjaan, layaknya membuat culture sebagai tolak ukur dalam
melaksanakan segala aktifitas. Culture yang dipahami akan lebih mampu
menciptakan keseragaman dibanding ketika harus menghafalnya.
12. Sasaran Strategis Kerja yang Jelas
Pemahaman anggota atas sasaran strategis
kerja yang jelas mampu membimbing anggota ke jalan yang searah dengan
tujuan. Sebaliknya jika sasaran strategis kerja tidak jelas maka anggota
dan leader pun akan bekerja tanpa ada penunjuk arah.
13. Setiap Anggota Memiliki Kontribusi yang Sama
Keyakinan anggota tim bahwa setiap dari
mereka adalah bagian yang penting dan tidak dapat dipisahkan karna
setiap orang memiliki peranan masing-masing yang membentuk sebuah
segitiga stuktural, yang jika salah satu dari mereka tidak bekerja
sesuai dengan targetnya maka akan membuat segitiga rusak hingga hancur
dan artinya kegagalan sebuah tim.
14. Ketahui Potensi Individu Anggota
Tidak sedikit anggota tim memiliki
kelebihan dan menaruh minat pada hal lain yang tidak berhubungan dari
tugasnya. Yang harus Anda lakukan adalah menyediakan wadah minat dan
bakat mereka. Bahkan Anda juga diizinkan untuk terus mencari potensi
yang terkubur tersebut, karna dengan adanya bakat-bakat baru leader
dapat mengoptimasi potensi anggota yang memberi manfaat lebih dari yang
dibayangkan.
15. Terbuka atas Saran dan Perubahan
Seiring perkembangan zaman, maka berkembang pula kebiasan pelanggan. Anda harus senantiasa menyediakan layanan yang tune in
atau mengikuti perkembangan mereka. Seorang leader diwajibkan untuk
peka atas perubahan dan menerima saran dari semua anggota, karena setiap
anggota memiliki data yang valid untuk dijadikannya pertimbangan. Tanpa
adanya perubahan maka Anda sudah ketinggalan jaman.
16. Penyelesaian Masalah Bukanlah Siapa yang Bersalah
Ketika menemui sebuah permasalahan, yang
pertama kali leader lakukan adalah mencari tahu letak masalah dan jalan
keluar mengatasi masalah. Bukannya mencari orang yang salah dan
menghukumnya. Menghukum tidak benar-benar membuat seseorang jera. Justru
terkadang juga semakin membuatnya tidak peka.
17. Konsisten
Apapun yang terjadi, kita harus
konsisten sebelum apa yang kita yakini terbukti dengan valid bahwa tidak
tepat. Karena tanpa konsistensi akan sulit mencapai tujuan yang
sebenarnya hanya tinggal beberapa langkah.